Antisipasi DBD, Bupati Belu Ingatkan Masyarakat Jaga Kebersihan

INFOKINI.NET, BELU – Bupati Belu Willybrodus Lay mengimbau semua masyarakat agar waspada terhadap wabah Demam Berdarah Denque (DBD) yang melanda NTT saat musim penghujan ini. Warga diminta selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya dan menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air dan bak mandi.

Demikian diungkapkan Bupati Lay kepada VN, Sabtu (29/2). Bupati Lay mengatakan bahwa penyakit DBD di wilayah Kabupaten Belu tercatat sebanyak 128 kasus dengan satu kasus meninggal dunia. Belu, kata dia, masih pada kategori Endemis Tinggi sesuai Permenkes 1501 Tahun 2010, sehingga pihaknya sangat intens melakukan berbagai langkah penanganan kasus sekaligus menggencarkan upaya pencegahan melalui tindakan 3M Plus.

“Kami melihat kasus DBD di Belu dalam dua bulan terakhir awal 2020 cukup tinggi, sehingga saya minta kepada semua masyarakat agar terus memperhatikan kebersihan lingkungan serta melakukan 3M Plus berupa membersihkan lingkungan tempat tinggal terutama selokan yang tergenang air saat musim hujan, menguras bak mandi dan menutup tempat-tempat penampungan air agar terbebas dari sarang nyamuk, serta mengubur kaleng dan botol bekas dalam tanah agar tidak menjadi sarang nyamuk, dan masyarakat wajib menggunakan obat nyamuk, serta kelambu pada kamar tidur,” ungkap Willy Lay sapaan akrab.

Terkait upaya pemberantasan nyamuk, kata orang nomor satu Belu ini, pihaknya telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk segera melakukan fogging pada semua wilayah desa/kelurahan, serta membagikan bubuk abate kepada masyarakat.

“Saya telah memerintahkan dinas kesehatan untuk melakukan foging dan membagikan bubuk abate kepada semua masyarakat, dengan tujuan secara bersama-sama mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” kata Politisi Partai Demokrat Kabupaten Belu.

Terkait pasien DBD rujukan dari TTU, Bupati Lay menjelaskan selain masyarakat Belu yang menderita DBD, tercatat sebanyak 25 pasien rujukan dari Puskesmas Ponu, Kecamatan Biboki Anleu yang mendapat perawatan medis pada RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua.

“RSUD Atambua juga menangani pasien rujukan dari Wilayah Pantai Utara Ponu, Kabupaten TTU, dan daerah itu sudah terjangkit DBD sehingga kami telah berkoordinasi dengan Pemkab TTU agar segera memberikan penanganan DBD secara khusus pada wilayah tersebut, dan kami siap melayani pasien DBD rujukan dari TTU,” ujarnya.

Pihaknya berharap masyarakat yang mengalami gejala deman lebih dari satu hari segera memeriksakan diri ke rumah sakit/puskesmas terdekat agar mengantisipasi sejak dini.

“Jangan ragu memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami demam lebih dari 1 hari agar segera mendapat penanganan medis yang mencegah penyakit awal sebelum terlambat,” pungkasnya. (VN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *