Scroll untuk baca artikel
Daerah

Tulisan Tentang Budaya Lembata Masih Sangat Terbatas, Ansel Bahy Kumpulkan 21 Orang Penulis

249
×

Tulisan Tentang Budaya Lembata Masih Sangat Terbatas, Ansel Bahy Kumpulkan 21 Orang Penulis

Sebarkan artikel ini

INFOKINI.NET, LEMBATA – Kepala dinas kearsipan dan perpustakaan daerah kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Anselmus Asan Ola Jumat (1/12/2023) mengumpulkan 21 orang penulis yang notabenenya guru di Lembata.

Anselmus Asan Ola kepada media ini mengatakan, tujuan mengumpulkan guru-guru penulis ini untuk memotivasi mereka agar menulis tentang Lembata.

“Tulisan-tulisan tentang Lembata masih sangat terbatas sekali, terutama yang berkaitan dengan budaya Lembata. Karena keterbatasan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Lembata maka, saya mencoba buka ruang kepada teman-teman yang punya bakat menulis agar mereka bisa menulis hal-hal tentang Lembata,” ungkap Ansel Bahy sapaan akrab Anselmus Asan Ola.

Lanjutnya, sekalipun tulisan mereka dalam bentuk puisi tetapi puisi dalam bahasa Lembata.

“Bisa dalam bahasa Kedang atau bahasa Lamaholot. Karena budaya itu salah satu aspek hidup bahasa. Jadi saya kumpulkan mereka dalam rangka memotivasi mereka untuk menulis tentang budaya Lembata, entah itu bahasa ka, makanan lokal, pakaian, tarian, adat istiadat dsb. Tulis untuk kepentingan anak-anak kita, kita mau merubah budaya kita budaya tutur merubah ke budaya tertulis sehingga dia tetap satu garis,” jelas mantan camat Lebatukan kabupaten Lembata ini.

“Mereka tadi sudah sepakat sampai akhir Desember masing-masing orang punya 1 tulisan tentang sejarah kampung halaman masing-masing, nanti datang mereka kumpulkan terus kami cari jalan bagaimana untuk membukukan karya mereka itu untuk jadi koleksi perpustakaan daerah Goris Keraf,” sambung Ansel Bahy, mantan Kadis pendidikan kabupaten Lembata itu.

Ia berharap suatu saat nanti semakin banyak koleksi buku-buku tentang Lembata sehingga generasi muda semakin mencintai Lembata.

“Tidak bangga dengan budaya orang dan melupakan budaya sendiri, tetapi dia harus bangga menjadi orang Lembata karena Lembata lah dia bisa menatap dunia seperti apa,” tutup Ansel Bahy mantan kaban Kesbangpol kabupaten Lembata. (*/Willy)