Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pemda Lembata Tegaskan untuk Sementara Ayam Beku dari Luar tidak Diijinkan Masuk

425
×

Pemda Lembata Tegaskan untuk Sementara Ayam Beku dari Luar tidak Diijinkan Masuk

Sebarkan artikel ini

INFOKINI.NET, LEMBATA – Pemerintah Daerah dalam hal ini dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT)  bekerja sama dengan kepolisian KP3, Pelni Mart, Karantina, petugas-petugas lapangan dan peternakan di kabupaten Lembata melakukan pertemuan untuk menghentikan sementara ayam beku dari luar masuk ke Lembata.

“Kami melakukan pertemuan, dan kami sepakat,” tegas kadis pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, Kamis (4/5/2023).

Karena, katanya, kemarin Pelni mart membawa ayam beku ke Lembata.

“Jadi masyarakat lokal ingin jadi mitra, kalau ada kekurangan yang tidak dimiliki oleh kita di sini, itu baru di bawah dari luar. Seperti pakan ternak, dia siapkan dan peternakan lokal yang membelinya. Dia jangan membawa ayam beku. Potensi kita unggas kan bagus, potensi pakan ada, lahan ada, terus kenapa kita harus bawa ayam beku dari luar,” kata Kanis Tuaq.

Pada prinsipnya, lanjut Kanis Tuaq, pertemuan kemarin itu untuk sementara ayam beku dari Pelni mart kita rekomendasikan untuk tidak bawa masuk Lembata.

“Artinya bahwa peternakan lokal di sini sudah siap untuk menjaga kebutuhan daging akan ayam di daerah ini. Jadi rata-rata 1 bulan ada 5000-6000 ekor peternak di sini siap, ditambah dengan kita punya ayam kampung, ayam kub,” ungkapnya.

Jadi lanjutnya, dengan kita rekomendasikan untuk ayam beku tidak masuk ke Lembata maka pertumbuhan ekonomi akan naik.

“Sehingga kemarin kami bentuk tim, petugas untuk menjaga masalah ayam datang dari luar. Jadi kesepakatan itu salah satunya adalah merekomendasikan tidak bawa masuk dan membentuk tim lalu lintas ternak yang didalamnya ada kepolisian, shabandar dan ada karantina,” terang Kanis.

“Terus membagi tugas, tugas menyediakan pakan dari Pelni mart, tugasnya Day Old Chicks (DOC) itu ada perusahaan lain lagi, tugas pembinaan pendampingan di dinas pertanian ada juga tugas pemasaran. Jadi ada 4 komponen ini kami bentuk untuk menyelesaikan persoalan yang ada di kabupaten Lembata khususnya ayam yang dari luar karena Lembata siap mandiri daging ayam, mandiri ayam petelur. Itu kita kerja keras,” tambah Kanis Tuaq.

Dijelaskannya, yang mengatur tentang daging ayam di dinas pertanian dan ketahanan pangan ada aturannya.

“Pelni Mart tidak memiliki rekomendasi pemasukan. Dia harus datang bertemu saya sampaikan, pak berapa yang saya harus bawa datang, jadi saya tanda tangan baru dia bawa datang, selama ini kan tidak. Sudah kita stopkan saja, saya sudah produksi 10 di sini ko? kenapa bawa datang,” tandas Kanis Tuaq.

Sementara, drh Risma Yunus mengatakan bahwa kalau mau hidup sehat masyarakat harus memilih produk yang fresh atau yang beku.

“Itu juga kembali ke masyarakat bagaimana mereka memahaminya. Kalau kita mau sehat maka harus konsumsi yang sehat,” tukasnya.

Risma menjelaskan, kalau lalu lintas hewan masuk ke sebuah daerah itu harus ada rekomendasi dari daerah tujuan bahwa dia bersedia.

“Bersedia bahwa saya menerima tapi dengan syaratnya,” tutup drh. Risma Yunus. **Will

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *