Menu
Membangun Dengan Nurani

Marsianus Jawa : Terima Kasih CRS sudah pilih Kabupaten Lembata sebagai salah satu Sasaran Proyek Incident

  • Bagikan

INFOKINI.NET, LEMBATA – Penjabat Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Marsianus Jawa, M.Si mengucapkan terima kasih kepada Catholic Relief Servive (CRS) Indonesia yang sudah memilih kabupaten Lembata sebagai Salah Satu Sasaran Proyek Incident.

“Kehadiran CRS Indonesia dengan Proyek Incident ini akan semakin menguatkan dan memperteguh komitmen bersama dalam upaya mitigasi terhadap risiko bencana dan perubahan iklim di daerah ini,” ungkap Pj bupati Lembata, Marsianus Jawa saat memberikan sambutan pada acara Peluncuran Proyek Incident kabupaten Lembata, Kamis (13/10/2022).

Hadir di sini seperti Barakat, Plan Indonesia, Yayasan Bina Sejahtera, PEKKA, YPPS, Tagana, Forum PRB dan juga unsur dari pemerintah OPD-OPD, lanjut Marsianus, ini adalah kekuatan kita dalam upaya mitigasi bencana dan perubahan iklim di kabupaten Lembata.

“Untuk itu saya sangat mengharapkan agar ke depannya harus ada kerja sama dan kolaborasi yang baik antara semua elemen untuk mendukung dan mengawal proyek Incident ini agar bersama-sama kita mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam rangka peningkatan teknik pertanian cerdas iklim, pengurangan risiko bencana dan penguatan ekonomi masyarakat,” tegas mantan kepala inspektorat provinsi NTT, Drs Marsianus Jawa, M.Si.

Sementara, Country Manager CRS Indonesia, Yenni Suryani Menjelaskan, dalam menanggapi dampak dan instrinsik kerentanan perubahan iklim di Nusa Tenggara Timur, Catholic Relief Services (CRS) Indonesia akan mengimplementasikan proyek untuk meningkatkan resiliensi masyarakat melalui Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana di Nusa Tenggara (Increasing people’s resilience through Climate Change Adaptation and Disaster Risk Reduction in Nusa Tenggara/INCIDENT).

“Proyek ini akan dilaksanakan di 3 kabupaten bersama mitra lokal yakni bermitra dengan Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) di Kabupaten Flores Timur, bermitra dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat) di Kabupaten Lembata dan bermitra dengan Perkumpulan Relawan CIS Timor di Kabupaten Belu,” jelas Yenni Suryani.

Ia menjelaskan, tujuan besar dari Proyek INCIDENT adalah masyarakat rentan di NTT dan NTB mencapai resiliensi jangka panjang terhadap guncangan dan tekanan yang diakibatkan oleh perubahan iklim.

“Proyek ini memiliki 3 sektor kegiatan utama: 1) Masyarakat rentan di kabupaten sasaran secara efektif mempersiapkan dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan bencana melalui praktik pertanian yang lebih baik. 2) Masyarakat, Otoritas Pemerintah Daerah, LSM/Organisasi masyarakat dan pemangku kepentingan utama lainnya di kabupaten sasaran secara efektif mempersiapkan, memitigasi dan beradaptasi terhadap risiko bencana dan iklim; dan 3) Rumah tangga rentan di Kabupaten sasaran lebih tangguh secara finansial,” tandas Yenni Suryani.

Di kabupaten Lembata, katanya, Proyek ini akan diimplementasikan di 5 desa dari dua kecamatan (kecamatan Nubatukan & Nagawutung).

“CRS dan Mitra terpilih di kabupaten Lembata telah mengadakan beberapa kegiatan awal, termasuk: Koordinasi dan sharing informasi dengan beberapa Pemerintah di Kabupaten Lembata (Dinas Sosial, BPBD, Dinas Pertanian, Bapelitbangda, Dinas Koperasi, Dinas Lingkungan Hidup dan lainnya),” tutup Yenni Suryani yang adalah Country Manager CRS Indonesia. (*/Iki)

  • Bagikan