Kunker di Lembata, Bupati Langoday Minta Kejati NTT Terlibat Dalam Proses Pembangunan Infrastruktur

  • Bagikan

INFOKINI.NET,LEMBATA – Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Thomas Ola Langoday meminta agar adanya keterlibatan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk selalu menjadi bagian dari pengawasan dan pendampingan dalam proses pembangunan di kabupaten Lembata.

“Terlibat dalam seluruh proses pembangunan infrastruktur ketika pinjaman daerah itu sudah di eksekusi,” ungkap Bupati Lembata kepada wartawan saat menerima kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, SH.,MH, Selasa (21/9/2021).

“Saya minta teman-teman aparat hukum, kejaksaan dan kepolisian untuk selalu berada di lapangan sebagai bagian dari melaksanakan tugas pengawasan. Tetapi juga pendampingan, sehingga apa yang kami lakukan di lapangan benar-benar sesuai dengan regulasi,” tegas bupati Langoday menambahkan.

Selain meminta kejati terlibat dalam pembangunan infrastruktur, Bupati Langoday juga meminta pendampingan terhadap pengelolaan dana desa.

“Mulai dari proses perencanaan dana desa, proses penata usahanya, pelaksanaannya, evaluasi sampai dengan pelaporannya. Saya minta pak kajati kalau bisa aparat Kejari Lembata selalu berada di desa, mendampingi para kepala desa kami, yang notabenenya 144 kepala desa yang terpilih nanti, mereka memulai langkah baru,” kata orang nomor satu di Lembata.

Dijelaskan bupati Lembata, langkah baru ini harus memulai dengan regulasi dan pemahaman terhadap regulasi terkait dengan pembangunan, pelayanan sosial kemasyarakatan di desa.

“Teristimewa tugas-tugas kepala desa mengeksekusi anggaran yang rata-rata 1 Miliar lebih di desa. Mereka itu, jauh lebih hebat dari sebuah OPD. Nah bagaimana mereka bisa mengelola dengan baik, kalau kualitas SDMnya masih sangat terbatas. Jadi saya minta pak kajati, jadikan area kejaksaan itu menjadi area yang nyaman, area bahagia ketika setiap masyarakat Lembata berkunjung ke sana, itu selalu happy, bahwa mereka akan kembali dan mendapatkan masukan-masukan yang baru terutama para pimpinan OPD dan kepala desa menemui berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan. Itu selalu berkonsultasi ke kejaksaan dan kemudian mereka kembali dengan happy,” jelas bupati Lembata.

“Jangan mereka sudah datang dengan satu tanda tanya, pulang dengan dua tanda tanya. Datang satu tanda tanya, hilangkan tanda tanya dan mereka kembali dengan tanda seru. Happynya ada di situ. Itu titipan saya,” pungkas mantan dekan ekonomi Unwira Kupang ini. (*/WK)

  • Bagikan