Menu
Membangun Dengan Nurani

Hama Ulat Grayak Serang Beberapa Kecamatan di Lembata, ini Langkah Pengendalian yang Dilakukan Distan

  • Bagikan

INFOKINI.NET, LEMBATA – Hama Ulat Grayak menyerang tanaman jagung di beberapa kecamatan di kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Petrus Kanisius Tuaq saat ditemui media ini di ruang kerjanya, senin (37/12/2021) menjelaskan bahwa, hama jagung yang saat ini di pantau yakni di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Nubatukan, Buyasuri dan Omesuri.

“Mungkin hampir seluruhnya (9 kecamatan) sekarang ini terserang hama ulat,” ungkap mantan kadis peternakan kabupaten Lembata ini.

Dikatakannya, ini hama ulat yang masih biasa.

“Saya ada kordinasi dengan provinsi, langkah-langkah yang sudah kami lakukan yaitu petugas Pengendali¬†Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) saya tempatkan di sembilan kecamatan itu ada,” terang Kanis Tuaq sapaan akrabnya.

“Di sana tugasnya memberikan edukasi kepada petani. Tidak mungkin kami sendiri yang mengurus, jadi kasih beberapa kelompok yang hamparannya besar di kasih edukasi bahwa pengendalian itu ada tahapan-tahapan. Jadi penyemprotan dengan pestisida itu adalah alternatif terakhir, jadi tahapan pertama tadi misalnya edukasi, lalu menggunakan pestisida nabati dari rakitan seperti limbah,” jelas Kanis Tuaq menambahkan.

Dijelaskannya, ada juga pengendalian secara mekanik.

“Seperti di kasih mati, jadi di dalam kebun ada yang menyerang di kasih mati. Lalu dilakukan penyemprotan, tetapi dengan nabati dulu, kalau tidak bisa sama sekali, maka pengendalian dengan pestisida. Sekarang ini sementara jalan karena sudah sampai batas. Sekarang obat-obatan sudah kita distribusikan ke beberapa desa karena intensitas serangannya tinggi dan itu kita sudah atasi,” katanya.

Lebih jauh, Kanis Tuaq menjelaskan, kalau serangan masih vegetatif begini, belum bisa dikatakan gagal panen.

“Gagal panen kecuali pada fase generatif. Pada saat berbunga itu masuk fase generatif, itu kalau ada serangan ulat, produksinya ada tapi menurun. Tetapi, kalau dia masih serangan vegetatif begini, dia masih sembuh lagi, mungkin masih ada pertumbuhan lagi. Serangan ini hampir kami alami tiap tahun, pengendalian juga sama,” ucapnya.

“Sekarang kita mainkan sistemnya harus dibuat supaya penanganan di lapangan lebih bagus. Kelemahan-kelemahan di tahun-tahun sebelumnya kita perbaiki sistemnya supaya penanganannya lebih cepat,” pungkas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Petrus Kanisius Tuaq. (*/WK)

  • Bagikan