Menu
Membangun Dengan Nurani

Gubernur NTT Minta HIPMI NTT Harus Bisa Bantu Mengurangi Angka Kemiskinan

  • Bagikan

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) harus bisa membantu mengurangi angka kemiskinan di NTT.

Hal ini disampaikan Gubernur Viktor Laiskodat, dalam acara Musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) XIII Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI NTT yang dibacakan asisten Erni Usboko, di Hotel Aston Kupang, Selasa 22 Februari 2022.

Menurut Gubernur, sukses besar yang diraih setiap organisasi dalam ruang lingkup apapun adalah karena adanya kebersamaan dalam semangat dan perjuangan serta adanya sinergitas.

“Ada penguasa kecil, menengah dan besar. Mari kita bersinergi dalam organisasi dengan melihat kebutuhan dan peluang realita yang ada di lapangan. Penguatan peran organisasi mesti terus dilakukan dalam menciptakan kader-kader yang berkualitas untuk keberlangsungan konsolidasi organisasi yang menjadi kata kunci keberhasilan di setiap periodik dan jenjang,” ungkap Gubernur dalam sambutannya.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) merupakan wadah bersama bagi semua pengusaha muda di Indonesia secara khusus di NTT untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ada satu istilah, lebih baik satu langkah seribu orang supaya kokoh daripada seribu langka satu orang tapi rapuh,” katanya.

Untuk itu Gubernur mengajak pengusaha muda Indonesia (HIPMI NTT) agar lebih fokus dalam mengembangkan diri yang diawali dengan pengenalan potensi diri.

“Setiap kita berbeda, setiap kita dengan karakter-karakter yang berbeda. Mari kita kenal diri dan berada dalam suatu organisasi, kita tunduk satu dengan yang lain. Solidaritas dan fraternitas untuk kesejahteraan bersama supaya kita dapat mengembangkan usaha yang sudah ada,” pinta Gubernur.

Gubernur juga berpesan kepada ketua dan badan pengurus BPD HIPMI NTT yang akan dilantik untuk tetap konsisten dalam menyiapkan kader-kader sehingga dapat menjadi kader yang berkualitas dalam rangka keberlangsungan konsolidasi organisasi. Dapat bersinergi dengan pemerintah maupun pihak-pihak lain serta memiliki kemampuan pengembangan nilai-nilai organisasi yang transparan, akuntabel, inovatif, profesional dan memegang nilai-nilai normatif dalam menjalankan usahanya, sebagaimana diperjuangkan oleh HIPMI ke depan.

“Jangan ada dusta diantara kita, kalau sudah ada dusta diantara kita, maka kita mau berlayar menuju pulau impian akan mengalami kandas tetapi kita berjalan dengan leluasa dan saling percaya. Dengan saling bersinergi saling menopang maka kita akan mencapai pulau impian untuk menyelesaikan berbagai persoalan,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan Gubernur, kepada semua peserta musdalub HIPMI untuk menjadikan Musdalub menjadi sarana untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam menghadapI berbagai persaingan di tengah-tengah masyarakat saat ini, juga dalam hal mengembangkan jiwa enterpreneurship di kalangan pemuda dan memakmurkan seluruh rakyat Indonesia.

“Di NTT ini pariwisata sebagai prime mover ekonomi. Kita punya pariwisata cukup bagus, mungkin pengusaha-pengusaha bisa melihatnya dan bisa bersinergi dengan pemerintah untuk dapat memanfaatkan semua potensi yang ada menjadi sesuatu kompetensi yang berguna sesuai dengan tema pengusaha muda bangkit, perekonomian NTT maju,” pungkas Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan asisten Erni Usboko.

Wakil ketua BPP HIPMI, Boi Sangaji dalam sambutannya mengatakan esensi dalam pelaksanaan musda ada 3 hal penting, bagaiaman melakukan evaluasi yang dilakukan oleh teman-teman carateker, selanjutnya bagaimana memutuskan program-program umum yang diputuskan bersama-sama mengacu pada program-program BPP HIPMI dan yang terakhir menetapkan ketua terpilih BPD HIPMI NTT.

“Saya berharap kepada teman-teman semua, kebangkitan ekonomi di NTT khusus anak-anak muda di HIPMI, tidak akan terlaksana kalau kita secara internal tidak bersatu,” katanya.

Menurutnya setiap investasi nasional dan investasi asing yang datang ke NTT, yang harus menjadi partner lokal adalah teman-teman di NTT.

“Saya berharap teman-teman untuk mempersiapkan diri secara baik. Menyiapkan perusahaan dan modal secara baik,” tandasnya.

Esensi kita berHIPMI, kata Sangaji, adalah bagaimana kita berbisnis, membangun kolaborasi, hubungan baik dengan semua orang dalam rangka melalukan pengembangan bisnis kita.

“Usai pelantikan ini, ketua dan badan pengurus agar segera melakukan kerjasama pembangunan pertashop dengan menghubungi ketua bidang BUMN untuk segera merealisasikan program yang dicanangkan oleh BPP HIPMI,” imbuhnya.

Diakuinya dalam pelaksanaan Musda Ada dinamika yang terjadi, pasca penetapan calon ketua umum dalam musda XIII di BPD HIPMI NTT.

“Ada yang mendaftar dan memenuhi semua persyaratan dan ada yang tidak. SC dan OC sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan dan mekanisme organisasi yang berlaku. Saya minta semua BPC yang hadir kita putuskan yang benar. Musyawarah kita putuskan bersama. Esensinya selama 3 tahun adalah bagaimana kita berbisnis,” tutup Boi Sangaji.

Sementara itu ketua karateker BPD HIPMI NTT, Herman Heizer, mengatakan tantangan ke depan semakin berat, persaingan tidak hanya dengan orang-orang yang ada di NTT tapi ada dari Jakarta dan daerah lain bahkan dari luar negeri oleh karena itu pengusaha muda NTT harus mempersiapkan diri dengan baik.

“Tema musda kali ini, Pengusaha Muda Bangkit, Perekonomian NTT Maju. Ini meniscayakan, untuk bangkit butuh kebersamaan, untuk bangkit butuh persiapan, untuk bangkit butuh konsolidasi. Tidak mungkin kita bisa mewujudkan apa yang dinamakan kebangkitan kalau kita masih bertengkar dengan hal-hal yang sepeleh, kita masih memperdebatkan sesuatu yang mestinya masih kita sepakati dan kita bicarakan secara baik-baik,” kata Herman.

Ia berharap pada musda kali ini, yang dibicarakan betul-betul substansi bagaimana membangkitkan semangat, semangat kewirausahaan dan pada saat yang sama membantu pemerintah Provinsi untuk melakukan pembangunan terutama di bidang ekonomi

“Jumlah kemiskinan di NTT jauh di atas rata-rata nasional dan Provinsi-Provinsi lain. Orang sering mengatakan, kalau ada orang yang sakit di suatu daerah maka yang salah itu dokternya. Kalau ada yang kelaparan atau miskin di suatu daerah maka yang patut untuk disalahkan adalah pengusahanya, kenapa tidak berinovasi menciptakan lapangan pekerjaan sehingga tidak ada lagi kelapan, tidak ada lagi kemiskinan di bumi yang kita cintai ini,” tandas Herman disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta musdalub.

Herman mengajak HIPMI NTT untuk bahu membahu, bergotong royong membantu pemerintah NTT untuk menurunkan jumlah kemiskinan dan pengangguran di NTT.

“Itu hanya bisa dilakukan kalau kita membuat konsolidasi kekuatan yang ada di sini,” tegasnya.

Herman juga mengatakan, saat ini bersama BPD HIPMI NTT dan calon pengurus yang akan dilantik sedang memperjuangkan bagaimana NTT bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan munas mendatang.

“Yang menjadi tuan rumah itu hanya kota-kota besar, Jakarta, Bandung, Bali, Medan, Makasar. Belum pernah ada dalam sejarah NTT menjadi tuan rumah. Di bawah ketum Ikhsan mari kita putuskan bersama-sama dan bagaiaman kita meyakinkan pengurus pusat bahwa NTT sangat siap untuk pelaksanaan munas yang akan datang. Kita berharap efek ekonominya yang kuar biasa karena akan ada 5000 peserta. Kalau perorang bawa Rp 10 juta/orang maka luar biasa perputaran ekonomi yang terjadi di NTT,” pungkas Herman Heizer. (*/WK)

  • Bagikan