Scroll untuk baca artikel
Daerah

Camat Nubatukan Lembata Minta Warga Gunakan Waktu Sebaik Mungkin untuk Bercocok Tanam

299
×

Camat Nubatukan Lembata Minta Warga Gunakan Waktu Sebaik Mungkin untuk Bercocok Tanam

Sebarkan artikel ini

Camat Nubatukan, Dionisius Wutun 

INFOKINI.NET, LEMBATA – Camat Nubatukan, kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Dionisius Wutun mengimbau kepada masyarakat Nubatukan agar menggunakan waktu dengan sebaik mungkin untuk bercocok tanam.

“Sebagai kepala wilayah di kecamatan Nubatukan kita menghimbau kepada masyarakat agar benar-benar memperhatikan waktu dan dimanfaatkan dengan sesungguhnya untuk bercocok tanam karena hujan baru turun bulan Desember,” ungkap Camat Nubatukan, Dion Wutun sapaan akrabnya, Senin (4/12/2023).

Menurut Dion, musim hujan itu dari bulan Oktober sampai April.

“Desember sampai April ini sangat riskan. Bagaimana pun saat ini mereka harus siap menanam. Tentu pemerintah mendorong melalui dinas pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan mereka juga bisa memberi perhatian kepada masyarakat berkaitan dengan bagaimana teknis bercocok tanam,” kata Dion Wutun, orang nomor satu di kecamatan Nubatukan ini.

Petani sudah biasa bercocok tanam, tetapi kata Dion mereka juga perlu di dorong apalagi berbicara tentang ketahanan pangan.

“Biasanya itu, hujan pertama di pertengahan bulan Oktober itu orang Sudah mulai menanam tetapi ini sudah terlambat. Kita berharap mereka punya hitungan secara alami dan kearifan lokal itu, mereka tau kapan mereka sudah bisa panen jagung,” ucap camat Dion Wutun.

“Secara teori penyuluh pertanian memberikan tetapi rata-rata petani dia tau. Jadi kalau dia tanam di Desember, bulan April dia bisa panen. Jadi tidak menjadi kegelisahan bagi petani. Kalau di gunung, kita tidak terlalu ragu karena mereka tau alam bisa memberikan sesuatu untuk mereka,” sambungnya.

Ia juga berharap agar dinas teknis memberi perhatian seperti sarana produksi pertanian (Saprodi) untuk persiapan perawatan tanaman.

“Bibit-bibit sekarang juga susah. Kami memantau untuk kebutuhan jagung pulut bibitnya juga sudah mulai mahal. Tahun kemarin itu mungkin petani yang punya jagung pulut itu agak kurang. Rata-rata tahun kemarin kita menghimbau masyarakat tanam jagung tetapi jagung hibrida,” terang Dionisius Wutun.

“Kita berharap tahun ini di Desember, hujan bisa lebih baik supaya petani-petani juga merasa ada kekuatan bagaimana nanti di bulan April mereka bisa panen dengan senang hati,” tutup camat Nubatukan, Dion Wutun. (*/Willy)