Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada Pelanggan

0
171

Oleh: Wise Rogate Silalahi

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Memasuki bulan Desember 2020 ini, adalah saat di mana berberapa instansi mulai melakukan upaya-upaya untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang belum selesai. Diupayakan selesai agar tidak menjadi beban.

Untuk itu beberapa organisasi memberikan layanan kepada pelanggannya. Agar berdaya guna – sesuai prinsip pelanggan adalah raja – maka perlu bagi pemasar untuk mengoptimalkan layanannya. Sebab dari pelangganlah suatu organisasi hidup dan berkembang.

Pelayanan terbaik adalah investasi. Promosi harus ddukung oleh pelayanan purna jual. Kita sering mendengar istilah: Jika anda kurang puas, beritahu kami. Jika anda puas beritahu yang lain. Ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan adalah hal yang utama. Pelayanan purna jual yang baik akan menjadi sumber promosi yang baik dalam bentuk promosi jual dari mulut ke mulut (mouth to mouth) yang terbukti efektif.

Dalam beberapa hal kerap terdengar pelanggan yang kurang puas atas pelayanan pemasar. Pemasar terkadang kurang peka terhadap keluhan pelanggan, terlebih jika pemasar berada di lokasi yang menguntungkan dirinya karena belum tersedia pemasar lainnya sebagai pesaing. Namun hal ini beresiko dan bisa menjadi bom waktu. Pada dasarnya negara menjamin dan mendukung iklim persaingan usaha yang sehat, tidak monopoli.

Kewirausahaan itu didukung oleh pemerintah, dan merupakan salah satu indikator kemajuan daerah. Pasar wirasusaha di Indonesia dan khususnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terbuka. Jika terlambat mengantisipasi, maka pemasar yang kurang peka, bisa ditinggalkan oleh pelanggannya, apabila kemudian hari muncul pesaing lainnnya yang lebih baik, yang memang kehadirannya tidak bisa dihindari.

Jika konsumen selama ini kurang puas, bisa beralih ke pemasar baru tersebut. Pelayanan prima bagi konsumen adalah mutlak. Untuk itu ada beberapa tips bagi para pemasar agar dapat tetap eksis dan bertumbuh dalam usahanya yaitu sebagai berikut:
Lakukanlah efisiensi, sehingga tetap bisa memperoleh keuntungan dengan harga yang bersaing.
Berikanlah apa yang menjadi hak konsumen. Misalnya nota pembelian, kesiap sediaan menerima saran, masukan, dan keluhan.

Beri perhatian pada pelanggan lama. Sesuai pepatah mempertahankan lebih sulit daripada merebut, maka potensi promosi dari mulut ke mulut (mouth to mouth) ada pada pelanggan lama. Ikut berkontribusi dalam perkembangan sosial masyarakat sekitar. Aktiflah dalam kegiatan kemasyarakatan yang berada di lokasi sekitar organisasi.
Berikan kotak saran, untuk mengetahui masukan pelanggan.
Berikan kepastian pelayanan dalam hal kesesuaian jam kerja. Jika ditulis pelayanan pk. 08.00 s.d. 16.00, maka pelayanan haruslah tetap sesuai jam.

Secara berkala, lakukan peneraan ulang atas alat ukur yang digunnakan. Alat ukur seperti timbangan, mistar panjang, dan lain-lain kadang mengalami perubahan. Untuk itu harus terus dicek, agar tidak merugikan konsumen.
Siapkan segala macam alternatif pembayaran, mulai dari pembayaran via ATM, E-banking, menyiapkan uang kembalian, dan lain-lain.

Penukaran uang kecil bisa dilakukan di Bank Indonesia. Jangan membebankan pada konsumen, apalagi mengkompensasikannya dengan diminta membeli produk lain yang tidak dibutuhkan. Sekecil apapun ini mengecewakan pelanggan.
Cantumkan harga pada produk. Pelanggan ingin kepastian harga.
Kuasailah pengetahuan tentang produk yang ditawarkan. Sehingga ketika pelanggan bertanya, pemasar dapat menjelaskan lebih lanjut.

Tetaplah ramah dengan pelanggan. Apapun kondisi pelanggan, tetap harus dilayani dengan ramah.
Demikianlah tips bagi para pemasar. Mudah-mudahan tips ini dapat meningkatkan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya.

Dosen Fakultas Ekonomi UPBJJ Universitas Terbuka Kupang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here