Ketum PADI Desak Bentuk Tim Investigasi Kasus Pembunuhan Laskar FPI

0
139
Ketua umum Perkumpulan anti Diskriminasi Indonesia, Edi Prastio, S.H.M.H

Apresiasi kepada Perkumpulan anti Diskriminasi Indonesia atau PADI yang merespon secara cepat kasus pembunuhan yang terjajadi bagi enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI). Organisasi ini meminta pemerintah untuk cepat mengambil langkah konkrit terhadap masalah ini. 

JAKARTA – Ketua umum Perkumpulan anti Diskriminasi Indonesia atau PADI, Edi Prastio, S.H.M.H, menyesalkan penembakan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap enam orang laskar FPI.

Organisasi yang fokus pada persoalan diskriminasi dan HAM ini juga mendesak DPR, Komnas HAM dan kompolnas untuk membentuk tiem investigasi Independent Agar kasus ini tidak simpang siur di masyarakat.

Selain itu juga kata Edi Prastio, kepada awak media di Jakarta pada Selasa 8 Desember 2020, seruan untuk membentuk tim ini penting sehingga marwah polri tetap terjaga termasuk stabilitas keamanan.

Ia juga mengatakan situasi ini terjadi dimana bangsa ini menjelang Hari HAM Internasional pada 10 Desember 2020 dan kemudian persoalan ini diharapkan tidak menjadi noda hitam kasus HAM baru di Indonesia.

Seperti dikutip dari situs pikiran-rakyat.com, Laskar pertama bernama Andi Oktiawan yang lahir di Jakarta, 29 Oktober 1987 (33 tahun). Kemudian Ahmad Sofiyan alias Ambon yang lahir di Jakarta, 16 Juli 1994 (26 tahun) dan Faiz Ahmad Syukur yang kelahiran 15 September 1998.

Keempat, Muhammad Reza yang lahir di Jakarta, 7 Juni 2000. Lalu Lutfi Hakim kelahiran 27 September 1996 dan Muhammad Suci Khadavi kelahiran tahun 1999.

(press relese PADI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here