Mengelola Keuangan Secara Bijak untuk Kesejahteraan

0
9

Oleh: Wise Rogate Silalahi

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Saat ini kita sudah berada di penghujung tahun 2020, dan dalam 2 bulan lagi kita akan memasuki tahun baru 2021. Tentu ada suka dan duka selama perjalanan tahun ini, dan semoga ini adalah bumbu, bahwa memang perjalanan hidup itu tidak ada yang mulus lancar, di mana ada kendala dan tantangan saat menjalaninya.

Apa yang sudah direncanakan, terkadang tidak mulus dalam pelaksanaannya. Kiranya kita tabah dan bisa melewatinya. Namun ada baiknya kita melakukan evaluasi, mencermati apa yang selama ini dilakukan, sambil melihat apa saja yang bisa ditingkatkan di masa mendatang.

Tentu harapan kita adalah kiranya ke depan semakin baik. Ada berbagai aspek yang bisa dicermati, misalnya pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, hubungan sosial, dan lain-lain. Dari beberapa aspek tersebut, salah satu aspek yang penting adalah kesejahteraan.

Maksud kesejahteraan di sini adalah kesejahteraan jasmani, yang dilihat dari sisi keuangan. Sebenarnya kesejahteraan rohani juga penting. Tetapi tulisan kali ini lebih ke arah kesejahteraan jasmani dalam hal ini kesehatan keuangan.

Pengelolaan keuangan itu penting kita lakukan, karena terkait dengan bagaimana kita bisa mengelola pemasukan dan pengeluaran kita, untuk pemenuhan kebutuhan saat ini dan perencanaan ke depan. Jika kita belum bisa meningkatkan pendapatan, maka mungkin yang masih bisa kita lakukan adalah penghematan atau penekanan pengeluaran.

Ini perlu menjadi catatan bagi pribadi atau orang per orang. Perusahaan yang besar sekalipun, dalam operasionalnya tetap menekankan efisiensi. Ingat pepatah jangan besar pasak daripada tiang, Maksudnya adalah agar kita berhati-hati dalam membelanjakan uang, jangan sampai penghasilan sudah habis sementara kebutuhan pokok kita ada yang belum terpenuhi. Apalagi bagi masyarakat kota, yang kebutuhan pokoknya sudah meluas, bukan hanya sandang, pangan, papan, tetapi juga biaya listrik, pulsa, internet, transport, dan lain-lain.

Jika hal ini terjadi, dapat menjadi masalah. Sebagaimana catatan di atas, jika tidak bisa menambah penghasilan, maka perlu menekan pengeluaran. Bagi pegawai atau karyawan, penghasilan per bulan sudah tetap, sehingga pengelolaan keuangan lebih kepada bagaimana menekan pengeluaran.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menekan pengeluaran. Berikut langkah-langkah:
Hematlah pengeluaran sumber daya yang tidak dipakai. Listrik, air, dan lain-lain dimatikan jika tidak digunakan. Carilah sumber bahan baku yang lebih murah. Cari informasi di tempat mana, produk yang sama harganya dijual lebih murah.
Upayakan membeli produk pada tempat yang membolehkan kita leluasa memilih. Ini memberi peluang kita bisa mendapatkan produk terbaik. Hal yang perlu diperhatikan: tanggal kadaluarsa, kondisi produk, harga.

Pembelanjaan berdasar kebutuhan, bukan keinginan.
Jika akan berbelanja, inventarisasikan apa saja kebutuhan yang perlu dibeli. Agar sekali pergi berbelanja, bisa beberapa kebutuhan terpenuhi.

Simpan, catat, dan rawatlah barang yang sudah dibeli. Upayakan tidak cepat rusak atau hilang. Sisihkan dan tabunglah kelebihan uang. Jangan semua dihabiskan. Harap diperhatikan, bahwa terkadang kita menghadapi kondisi tidak terduga, misalnya sakit, dan lain-lain. Inilah gunanya ada tabungan.
Beri prioritas pada tagihan-tagihan bulanan yang wajib, dan pisahkan dananya pada saat menerima gaji atau mendapat penghasilan. Hal ini agar ketika batas waktu pembayaran tiba, kita masih memiliki dana.

Bayarlah tagihan-tagihan sebelum melewati waktu, agar tidak terkena denda.
Belilah produk berkualitas, agar berdaya guna, dengan umur pakai lebih lama.
Hitung terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian secara kredit, karena ada beban bunga yang harus ditanggung. Ini mengurangi pendapatan. Jika pembelian produk untuk dikonsumsi sendiri, perhatikan kebermanfaatannya dan lihat kekuatan keuangan. Jika mendesak dan keuangan cukup, silakan dilakukan. Jika tidak mendesak dan keuangan pun pas-pasan, kita bisa tahan untuk menabung dulu dan membelinya secara tunai.

Sedangkan pembelian kredit jika untuk tujuan usaha, silakan dihitung. Jika kita yakin keuntungan lebih besar dari bunga kredit, dapat dilakukan. Jika tidak yakin, maka tidak usah dilakukan. Sebab jika tidak mampu membayar kredit dalam jangka waktu tertentu – perhatikan perjanjian kreditnya – ada resiko produk tersebut akan ditarik kembali.

Demikianlah langkah-langkah atau tips mengelola uang secara bijak. Perubahan agar dimulai dari diri sendiri. Perubahan kecil yang kita lakukan, lebih bermanfaat daripada tidak melakukan apa-apa. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi kita semua.

Dosen Fakultas Ekonomi UPBJJ Universitas Terbuka Kupang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here