Yayasan Papa Miskin Dekenat Lembata Gelar Kordinasi Internal dan External Dengan Berbagai Stekholder

INFOKINI.NET,LEMBATA – SSR Yayasan Papa Miskin Dekenat (YPMD),Lembata kembali melaksanakan kordinasi internal dan external dengan berbagai stekholder terkait dengan tujuan mempertajam strategi percepatan Eliminasi Malaria dan memperbaiki kinerja pelaksanaan program.

Pertemuan kordinasi ini terjadi di Aula Palm Indah Hotel, Kamis (19/11/2020). Melibatkan badan pengawas SSR YPM Dekenat Lembata, SSR YPM Dekenat Lembata II, Pemerintah kabupaten Lembata, Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Puskesmas (yang berhubungan dengan UPK dan UKBM), CSO, PLA kabupaten, pemerintah desa yang terlibat langsung dengan pelaksanaan program Malaria Perdhaki serta UKBM.

Deken Lembata, RD. Sinyo Da Gomez dalam sambutannya menegaskan, gereja selain mengurus masalah iman, gereja juga peduli dengan urusan kemanusian. Gereja hadir melalui Perdhaki dan yayasan papa miskin, gereja mengambil peran dalam aspek ini program Malaria.

“Jadi kalau badan sehat, fisik sehat maka urusan rohani bisa berjalan dengan baik. Dan kedua aspek ini selalu mendapat perhatian dari gereja.

Lebih jauh, Deken Lembata mengatakan, urusan kesehatan tidak selesai ketika berakhirnya program Malaria.” Dan ini yang kita semua sebut proses pemberdayaan, meskipun programnya sudah selesai tetapi masyarakat tetap dan terus membangun komunikasi, kolaborasi antar para pihak dalam menyampaikan informasi kesehatan ini kepada masyarakat,” tegasnya.

Kepala SSR YPMD Lembata RD. Kristoforus Kristo Soge dalam sambutannya mengatakan pada tahun 2015 kabupten Lembata di golongkan zona merah malaria, dari tahun berjalan dan pada tahun 2020 kita mengalami perubahan dari zona merah malaria menjadi zona hijau malaria.

“Menghadapi situasi zona merah malaria pada waktu itu, Perdhaki wilayah keuskupan Larantuka dipercayakan untuk memegang program Malaria ini, dan atas persetujuan dari Romo Deken sebagai pembina yayasan papa miskin dan mempercayakan yayasan papa miskin untuk menangani program ini, ” ungkap RD. Kristo.

RD. Kristo juga menegaskan, terkait keberlanjutan dari program malaria ini adalah lebih fokus pada pemberdayaan.

“Dalam diskusi kita pada pertemuan kali ini mari kita berpikir bersama tentang keberlanjutan program ini, serta kita mendengar hasil kerja dari teman-teman SSR dalam satu periode, selama tiga tahun terakhir dari tahun 2018-2020 dan kita bisa membahas, mengevaluasi dan memberikan rekomendasi secara bersama, ” ungkapnya.

Kepala SSR YPMD Lembata juga menyampaikan, kelanjutan program malaria pada tahun 2021-2023 lebih menekankan pada komunitas berbasis masyarakat.

“Selama ini kita kenal dengan UKBM-UKBM tetapi kali ini lebih luas lagi, yaitu penekanannya lebih ke komunitas atau masyarakat yang fokus pada pemberdayaan, ” terangnya.

Semetara itu, Program Manager SSR YPMD Lembata, Sherly Maran dalam materi pengantar menjelaskan, adapun tujuan dari kegiatan kordinasi di tingkat SSR kabupaten Lembata antara lain; melakukan kordinasi baik internal maupun external dengan seluruh stakeholder di tingkat kabupaten.

Lebih jauh Ia mejelaskan, tujuan lain dari kegiatan kordinasi adalah menyampaikan update hasil pelaksanaan program Malaria di tingkat SSR kepada badan pengawas SSR, pemangku kebijakan daerah dan desa serta stakeholder terkait, serta mengevaluasi pelaksanaan program, membahas permasalahan yang dihadapi SSR dan UKBM.

Sherly Maran dalam materinya juga menegaskan, selain itu adapun tujuan lain yakni menemukan solusi yang harus diambil secara bersama sesuai tupoksi. Merancang strategi percepatan Eliminasi Malaria di tengah pandemi covid-19 serta membangun dan meningkatkan komunikasi dari para pihak untuk mensukseskan program Malaria di kabupaten Lembata.

Untuk diketahui, materi gambaran pelaksanan program 2018 -2020 dan hasil yang di capai dibawakan oleh Program Manager SSR YPMD Lembata Etik purwanti. (EB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *