Yohanes Sason Helan : Kopdit Swasti sari Miliki 69 Kantor Kas

INFOKINI.NET, LEMBATA – General Manager (GM) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Swasti Sari, Yohanes Sason Helan mengatakan, Koperasi kredit (Kopdit) Swasti sari memiliki 69 kantor kas.

“Swasti sari memiliki 69 kantor kas. Kantor pusat 1 dan 2 kantor cabang pembantu,” ungkap General Manager (GM) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Swasti Sari, Yohanes Sason Helan pada acara peresmian Kantor Kopdit Swasti Sari kantor kas Kedang-Lembata, bertempat di desa Hingalamamengi kecamatan Omesuri, Jumat (6/11/2020).

GM KSP Swasti Sari menjelaskan, untuk anggota yang tergabung menjadi anggota sudah 100 ribu lebih dan uang mencapai 1 Triliun.

“Uang ini kita tidak pernah minta donator satu sen. Uang ini milik raja-raja dan ratu-ratu (Mereka yang tidak pakai sendal, mereka yang makan Siri pinang, mereka yang pakai sarung),” ungkapnya.

Dijelaskannya, Kopdit Swasti Sari tidak membedakan suku, agama, etnis, yang terutama adalah bentuk pelayanan dengan benar.

“Kenapa orang mau sejahterah kami yang harus cari. Kenapa bapak mama tidak mau cari di kota Kupang, Lewoleba, Larantuka, Ende. Namun kami datang melihat bapak mama di kampung-kampung,” ucapnya.

Dikatakannya, uang Yang Ada di Kopdit Swasti Sari adalah milik orang-orang yang tidak Pakai Sendal, orang-orang yang makan Siri pinang, orang-orang yang pakai sarung.

“Itu kekuatan kita di dalam Lembaga ini,” jelas GM Swasti Sari.

Sementara, dia menyebut, Kopdit Swasti sari ini sudah nasional, bukan bodong.

“Setiap cabang kopdit di tandatangani oleh menteri koperasi Republik Indonesia (RI), termasuk cabang Lembata,” pungkasnya.

Perlu diketahui, yang meresmikan KSP Kopdit Swasti Sari kantor kas Kedang-cabang Lembata adalah bupati Lembata dalam hal ini PLT kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) kabupaten Lembata Yos Raya didampingi General Manager (GM) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, perwakilan kecamatan Omesuri, kepala desa Hingalamamengi bersama badan struktur organisasi desa. (Roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *