Segmentasi Ekspor, Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Kopi Kabupaten Ngada

Oleh : Wise Rogate Silalahi

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Dari beberapa bulan terakhir sampai dengan saat ini, Pandemi Covid 19 masih menjadi perhatian kita bersama. Pandemi yang bersifat global ini membuat kita harus memperhatikan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, untuk menjaga kesehatan dan tidak tertular dari penyakit berbahaya tersebut.

Meski demikian, saat ini pemerintah mulai menerapkan new normal, dengan tetap menjaga kesehatan dan tetap produktif. Protokol tetap dilakukan, sementara itu kegiatan usaha mulai diaktifkan. Kesehatan dan produktifitas adalah komponen penting dalam kesejahteraan masyarakat. Tanpa kesehatan, kesejahteraan terhambat. Tanpa produktifitas pun, sulit menuju masyarakat makmur sejahtera.

Tulisan ini mengulas tentang produktifitas masyarakat dalam hal perekonomian.
Kebijakan new normal yang ditetapkan pemerintah, membuat pemerintah daerah mulai melakukan kebijakan menuju masyarakat sehat dan produktif. Di sisi produktifitas, aspek-aspek yang memiliki potensi keunggulan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) kiranya mulai ditingkatkan, sedangkan aspek-aspek yang kurang, perlu dilakukan perbaikan untuk pengoptimalan layanan.

Jika sebelum kondisi new normal PAD ada penurunan, maka dengan adanya new normal diharapkan ada peningkatan. Terkait hal ini, setiap daerah tentu memiliki kekhasannya masing-masing, dengan keunggulan pada aspek-aspek tertentu yang belum tentu sama dengan daerah lainnya. Seperti misalnya Daerah Kabupaten Ngada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Tanaman Kopi Bajawa

Kabupaten ini memiliki potensi keunggulan pada sektor pertanian dan perkebunan terkait kesuburan tanah yang berasal dari abu vulkanik, sebagai daerah yang diapit oleh Gunung Inerie dan Ebulobo. Salah satu produk unggulan adalah kopi (Coffee sp) yaitu jenis Kopi Arabica yang merupakan komoditas ekspor Kabupaten Ngada. Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian (2016), bahwa Kopi Bajawa adalah salah satu dari 7 Kopi Indonesia yang paling diminati para importir, dari total 16 kopi lokal yang sudah masuk pasar kopi internasional.

Penggunaan pupuk alami, rasa kopi yang pahit dan cukup kental, keasaman rendah, rasa dominan cokelat dan vanila dengan after taste yang sedikit nutty adalah ciri khas kopi Bajawa yang unik dan diminati. Meski demikian, ketercapaian ekspor kopi Bajawa masih belum optimal, jika dilihat dari luas lahan dan produktifitas. Tentu ini menunjukkan bahwa nilai ekspor masih bisa ditingkatkan. Bukannya pasar lokal tidak penting, tetapi jika volume ekspor meningkat, maka kontribusi yang diberikan akan meningkat dan menjadi berkah bagi kita semua, yaitu pendapatan negara, daerah, dan termasuk kesejahteraan petani kopi.
Ketertarikan akan potensi Kopi Bajawa ini membuat Tim Dosen UPBJJ Universitas Terbuka Kupang pada Tahun 2018 melakukan penelitian terkait belum optimalnya ekspor Kopi Bajawa dilihat dari strategi pemasarannya.

Berdasarkan data sebelumnya, diperoleh data bahwa hanya 5 % dari total produk yang dapat menembus ekspor, dan sisanya masuk pada pasar lokal. Hasil penelitian adalah perlu peningkatan dari sisi variabel segmentasi. Untuk itu variabel yang diulas dalam tulisan ini adalah segmentasi, sebagai salah satu strategi dalam pemasaran. Segmentasi adalah upaya pembagian sebuah pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda. Segmentasi ekspor artinya pasar itu dibagi ke dalam pembeli tujuan ekspor.
Fokus pada upaya segmentasi ekspor, akan membuat upaya proses menuju produk kopi yang dihasilkan akan diarahkan pada mutu ekspor.

Kopi Bubuk Bajawa

Potensi kopi yang baik, dapat menaikkan persentase ekspor jika tetap dapat dijaga mutu produk sesuai dengan yang dipersyaratkan importir. Misalnya sebelum dilakukan pengolahan, dilakukan pemisahan antara biji kopi mutu terbaik dengan biji kopi mutu biasa. Pencampuran akan menurunkan mutu dan akan menurunkan harga jual. Memang perlu upaya ekstra untuk menembus pasar ekspor. Mutu produk dan higienitas pengepakan perlu dijaga. Disamping itu, proses ekspor yang lebih panjang akan membuat tata waktu pendapatan yang diperoleh menjadi lebih lambat dibanding pemasaran lokal. Akan tetapi harga jual yang lebih tinggi inilah yang perlu dicermati, karena akan memberi efek pada peningkatan pendapatan negara, daerah, dan termasuk kesejahteraan petani kopi.

Bahan baku Kopi Bajawa yang bagus dan diminati importir, adalah modal yang baik untuk ekspor. Tinggal bagaimana upaya dalam proses produksi dan pemasaran untuk mengoptimalkan potensi tersebut Segmentasi ekspor yang dirancang, akan menunjang upaya peningkatan ekspor yang dilakukan.
Mengoptimalkan potensi adalah hal penting yang perlu dilakukan. Segmentasi ekspor Kopi Bajawa adalah salah satu strategi yang dapat dilakukan, dalam menggapai peluang ekspor terkait potensi kopi terbaik yang dimiliki. Diharapkan dapat menjadi sumber peningkatan pendapatan negara, daerah, dan termasuk peningkatan kesejahteraan petani kopi.

Kondisi new normal sekarang kiranya dapat mulai membuat upaya-upaya ke arah produktifitas, yang tentu saja tetap menjaga masyarakat agar tetap sehat.

Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi UPBJJ Universitas Terbuka Kupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *