Nyonya Fischbach Fangidae Bagi-bagi Masker Kepada Masyarakat Penfui

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Karang Taruna Adisucipto Penfui mendapatkan bantuan masker dari seorang Warga Negara Amerika, Nyonya Fischbach Fangidae.

Bantuan masker itu pun disalurkan oleh Karang Taruna Adisucipto kepada warga masyarakat Penfui yang sangat membutuhkan, Minggu (10/5/2020).

Ketua Karang Taruna Adisucipto Penfui, Jefri Tapobali mengungkapkan kebutuhan akan masker di tengah Pandemik Corona Virus Disease (Covid-19) menjadi sangat langkah, kalaupun ada harganya sangat jauh dari hari-hari sebelum ada Covid-19.

“Kami bersyukur atas bantuan masker yang diberikan oleh Nyonya Fischbach Fangidae, warga negara Amerika yang berdomisili di Los Angeles, karena masyarakat sangat membutuhkannya,” ungkap Tapobali.

Menurutnya, jumlah masker yang diberikan 800 buah dan telah didistribusikan kepada seluruh warga yang membutuhkan.

“Hari ini ada 200 buah masker yang kami bagikan. Pada tahap awal itu 600 buah, jadi total masker yang sudah dibagikan ada 800 buah,” tandas Tapobali.

Tapobali mengakui, banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya penggunaan masker saat berada di luar rumah, sehingga selain membagikan masker, juga dilakukan edukasi kepada masyarakat.

“Pemerintah melalui gugus tugas Covid-19 baik yang di pusat, provinsi maupun di kota kupang terus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada, tetap berada di rumah, jika keluar rumah wajib gunakan masker, selalu mencuci tangan menggunakan antiseptik. Namun ada warga yang masih belum patuh. Pencegahan Covid-19 bukan tanggung jawab dokter dan tenaga medis saja tapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tegas pria berdarah Lembata-Rote ini.

Selain bantuan masker, Tapobali menjelaskan Nyonya Fischbach Fangidae juga membantu warga yang Terdampak Corona dengan memberikan bantuan uang tunai.

“Nyonya Fischbach memberikan bantuan uang tunai kepada rekan-rekan, kerabatnya yang terdampak Covid-19, dengan cara mengikuti kuis yang disiarkan Live melalui akun FB. Hadiahnya dari Rp 2 juta – 500 ribu,” jelas Tapobali.

Untuk itu, mewakili segenap masyarakat yang mendapatkan bantuan, Tapobali menyampaikan terima kasih kepada Nyonya Fischbach Fangidae dan suaminya John Fischbach.

“Tuhan menggunakan Nyonya Fischbach Fangidae dan suami untuk menjadi saluran berkat bagi sesama. Kami hanya bisa membalas dengan doa, semoga Nyonya Fischbach terus menebarkan kebaikan kepada sesama,” pungkas Tapobali.

Salah satu warga penerima bantuan, Martinus Anakonda mengungkapkan terima kasih atas bantuan tang diberikan oleh Nyonya Fischbach Fangidae dan telah disalurkan memalui Karang Taruna Adisucipto Penfui.

“Kami warga masyarakat Penfui, khusunya di RT 27, RW 13 kelurahan Penfui merasa bersyukur dan berterima kasih karena sudah mendapatkan bantuan. Semoga ke depan ada orang-orang yang dengan sukarela mau membantu warga masyarakat yang susah dan butuh bantuan,” ungkap ketua RT 27 ini.

Untuk diketahui Nyonya Fischbach Fangidae adalah perempuan kelahiran Kupang tahun 1968. Dari almarhum Pendeta Eli Fangidae dan ibu almarhumah Yaya Fangidae Padji Lomi.

Ia hijrah ke Amerika dan menikah dengan suaminya John Fischbach dan saat ini tinggal di Los Angeles dan telah menjadi Warga Negara Amerika.

Nyonya Fischbach Fangidae selalu aktif melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan bagi kaum marginal, orang-orang susah yang tak berdaya sudah sejak 17 tahun lalu.

Kurang lebih ada 15 negara yang menjadi mitra Nyonya Fischbach Fangidae untuk bisa berbagi dan melakukan aksi-aksi sosial kemanusiaan, termasuk Indonesia.

Aksi sosial kemanusiaan ini dilakukannya melalui organisasi sosial resmi seperti Amerika Red Cross International (Palang Merah Internasional Amerika) yang aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan di seluruh dunia.

Dari sekian banyak anggotanya, Nyonya Fischbach Fangidae merupakan salah satu donatur tetap yang menyumbangkan uang tunai kepada Palang Merah Internasional untuk digunakan dalam aksi sosial kemanusiaan.

Selain itu juga aktif membantu anak-anak miskin yang terkena busung lapar seperti di negara Ethiopia, memalui sebuah organisasi resmi khusus yang menangani masalah busung lapar di dunia, Feed The Children. (WK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *