Sebatangkara, Pria Paruh Baya Di Kupang Tinggal Menumpang Puluhan Tahun

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Mungkin banyak dari kita yang hidup berkecukupan bahkan, berkelibihan.

Berbeda dengan Tinus Tasesab pria paruh baya yang tinggal menumpang selama puluhan tahun di Keluarga Nani Muskananfola tepatnya di Rt.20, Rw.10 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Tinus yang hidup sebatangkara, ia menjalani hari-hari tanpa sanak saudara disampingnya.

Tapi sebagai seorang laki-laki ia tak pernah patah arang kerja serabutan menjadi pilihannya untuk menyambung hidup.

Kendati sedikit terganggu pendengarannya, ia rela kerja sebagai kuli bangunan, hingga penggali sumur. Namun, diusia senja ini ia memilih untuk bekerja sebagai pembersih lahan tetangga.

“Diusia saya ini saya hanya bisa membersihkan halaman atau lahan milik orang,” Kata Tinus Tasesab kepada media ini Minggu,(26/04/2020).

Dengan pekerjaan itu tentunya penghasilan sudah pasti sangat kecil.” Sekali kerja upah saya ya seadanya,” kata dia.

Jika melihat kondisi pria asal Timor Tengah Selatan ini, siapapun pastinya akan iba bagaimana tidak sudah hidup sebatangkara ia menempati sebuah gubuk kecil.

Tapi hebatnya Tinus ia tak pernah bersungut. Ia selalu menikmati hidupnya.” Saya selalu menikmati hidup ini,” tegasnya.

Bahkan, ia pernah ditawarkan tuan tanah untuk memperbaiki gubuk tersebut namun ditolak. Selain itu, dia sempat ditawarkan oleh pihak gereja untuk menempati kamar yang layak namun tawaran itu kembali ditolak.

“Saya sudah puluhan tahun digubuk ini,” tegasnya.

Ia mengisahkan, sebelumnya ia sempat bekerja di Gudang Cahaya Indah namun ia berhenti.

Tinggal Sejak Tahun 2000

Margrita Muskanan Fola Pemilik tanah mengisahkan, Sekitar tahun 2000 lalu Tinus Tasesab meminta untuk tingal ditempat tersebut.

” Bapa Tinus tinggal sekitar tahun 2000 lalu,” Tegasnya.

Margrita Muskanan Fola, Pemilik tanah

Dari hasil pantuannya, saat ini pria paruh baya itu bekerja membersihkan lahan tetanga atau ada orang meminta bantuannya.

“Yang saya lihat dia bekerja membersihkan lahan atau pekarangan mereka yang memintanya.” Tegasnya.

Soal bantuan Margarita mengakui, kalau pria itu terkadang mendapat bantuan dari gereja atau beberapa organisasi yang mengetahui kondisinya.

Ia menegaskan, pihak keluarga telah memutuskan kalau Pria yang dikenal dengan sapaan kakek Tinus itu terus menempati tempat itu.

“Kami sudah sepakat agar ba’i Tinus tetap tinggal di situ sampai kapan dia (Tinus Tasesab) yang meminta untuk pindah,” tegasnya. (Ikz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *