Kunker di Sumba Timur, Masyarakat Minta Senator Hilda Manafe Perjuangkan Nasib Guru Honorer

INFOKINI.NET, SUMBA TIMUR – Disela-sela kunjungan kerja dan reses Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Hilda Manafe diminta orang tua Honorer di Kabupaten Sumba Timur untuk perjuangkan nasib anak mereka yang menjadi guru honorer.

Hal tersebut diungkapkan oleh Agustina Kelomi warga Desa Atu, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur kepada Senator Hilda Manafe saat melakukan tatap muka dan diskusi di desa Matawai Atu, Selasa (3/3/2020).

Agustina Kelomi yang juga adalah seorang pensiunan guru ini mengharapkan agar negara terutama pemerintah pusat benar-benar menaruhkan perhatian pada tenaga guru Honorer di sekolah-sekolah yang ada di daerah.

“Jujur ibu, saya ini pensiunan guru dan mantan kepala sekolah, saya sangat merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anak kami yang masih Honorer dengan gaji yang pas-pasan”, ungkap Agustina.

Agustina melanjutkan bahwa sebagai seorang ibu, dirinya merasakan susahnya orang tua dalam menyekolah anak sampai ke jenjang perguruan tinggi.

“Saya sangat merasa ketika kami orang tua menyekolah anak sampai dapat gelar S1. Susahnya minta ampun. Saat meraka sudah pulang ke kampung ada yang menganggur dan ada yang mengabdikan diri jadi guru Honorer. setelah jadi honorer gaji mereka sangat pas-pasan,” terang Agustina.

Untuk itu dengan kehadiran Senator Hilda Manafe di Kabupaten Sumba Timur dapat mendengar dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat.

Menanggapi Keluhan tersebut, Hilda Manafe mengatakan bahwa dirinya akan berjuang dan menyampaikan aspirasi yang telah disampaikan. Ia juga pernah melakukan rapat bersama Menteri Pendidikan dan telah menyampaikan terkait masalah guru-guru honerer.

“Saya sudah pernah menyampaikan kepada pak menteri agar dapat memperhatikan para guru honerer di daerah-daerah, tapi sekarang pak menteri lagi fokus merubah sistem pendidikan dengan sistem yang baru. Kita doakan semoga semua permasalahan yang sedang dialami oleh guru-guru honorer di kabupaten menjadi fokus utamanya nanti” tandas Istri Walikota Kupang ini. (WK/AYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *