Rusuh di Papua, Relawan Jokowi di NTT Minta Jokowi Batal ke Kupang

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Relawan Jokowi di NTT meminta Presiden Joko Widodo membatalkan kunjungan ke Nunkurus, Kabupaten Kupang. Relawan Jokowi beralasan kerusuhan yang terjadi di Papua adalah persoalan serius dan mengancam eksistensi kedaulatan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI).

”Indonesia sebagai negara merdeka yang berdiri atas dasar Ideologi Pancasila barusan selesai merayakan HUT yang ke 74 tahun, namun kerusuhan di papua menjadi catatan refleksi bagi bangsa ini bahwa masih ada soal yang belum mampu diselesaikan,” kata Sekjen Bara JP NTT Hildebertus Selly, dalam rilisnya kepada SP, Selasa,20/08/19.

Ia mengatakan Kerusuhan di papua ini bermula dari permasalahan yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur. bahwa sesungguhnya persoalan perbedaan dan stigma kepada kaum tertentu masih menjadi parasit yang membahayakan eksistensi Pancasila.

”Sehingga persoalan tidak bisa diselesaikan dengan permintaan maaf, melainkan butuh negara hadir dan tindakan nyata Presiden Jokowi sebagai kepala negara. Biar persoalan tidak terus berlanjut dan berdampak buruk. Proses pembiaran peristiwa ini sama dengan pembunuhan terhadap kemanusiaan,” Ujarnya.

Sehingga Relawan Jokowi NTT meminta pertimbangan Presiden atas rencana kunjungi ke Kupang, NTT. Apalagi kunjungan ke NTT hanya untuk melakukan panen garam di desa nunkurus, kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, NTT.

”Posisi lokasi panen garam tersebut berada di tanah milik rakyat yang dicaplok oleh PT. Timor Life Stock Lestari. Sebaiknya Pak Jokowi atasi soal genting di Papua ketimbangan datang memberi legitimasi kepada perampas hak rakyat nunkurus,” kata Hildebertus.

Dikatakannya jika Presiden memberi legitimasi atas lokasi tambak garam tersebut, maka sama dengan Bapak Presiden membiarkan penderitaan kepada rakyat yang telah memilihnya. Sebagai Relawan Jokowi kami tidak mau kehadiran Presiden Jokowi membawa petaka bagi rakyat di Nunkurus.

”Karena prinsip kami adalah kehadiran Jokowi memberi kegembiraan kepada rakyat, keadilan, kesejahteraan dan kebaikan bagi semua” katanya.(SP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *