Bagian Humas dan Informasi Setda Kota Kupang Raih Juara I Lomba Foti

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Bagian Humas dan Informasi Sekretaris Daerah (Setda) Kota Kupang meraih juara I lomba Foti yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), bertempat di Lantai 1 Kantor Wali kota Kupang, Rabu (7/8).

Lomba Foti dan Lomba Padoa ini diikuti oleh perwakilan dari tiap-tiap perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang untuk memperebutkan piala bergilir Wali kota Kupang.

Hasil pelaksanaan lomba Foti sebagai berikut : Juara I Simon Salean, dari Bagian Humas dan Informasi Setda Kota Kupang.

Foto : Simon Salean, Juara 1 Tarian Foti dari Bagian Humas dan Informasi Setda kota Kupang

Juara II Ismanto Beis dari Dinas Perhubungan Kota Kupang, Juara III Dominggus Pah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Juara IV Maxi Bengkiuk dari Sekretariat DPRD Kota Kupang, Juara V Barnabas Horo dari Sekretariat DPRD Kota Kupang, serta Juara VI Erian Dama Ledo dari Sekretariat DPRD Kota Kupang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man, didampingi Asisten Pemerintahan Sekda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka dan para Pimpinan Perangkat Daerah, Camat serta Lurah Lingkup Kota Kupang.

Hadir pula Forkopimda Kota Kupang dan tim dewan juri antara lain Drs. H. E. Lay, Aram Kolifay, SH, Erens Tari,S.Pd, Dr. Nontje Pellu dan Daniel Zacharias, S.Sos, M.Si.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengatakan lomba Foti dan Padoa telah menjadi agenda tahunan dalam memperingati proklamasi kemerdekaan RI merupakan salah satu upaya melestarikan seni budaya tarian tradisional NTT yang kian waktu semakin sedikit peminat.

“Untuk itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan rasa cinta akan seni dan budaya tarian tradisional NTT,” terang Hermanus.

Lanjut Hermanus, salah satu pilar pariwisata di Kota Kupang selain sumber daya alam yaitu budaya, tari-tarian merupakan bentuk budaya tradisional yang ada, harmonisasi antara musik dan gerak juga didukung elemen busana khas budaya tradisional.

“Tahun depan, lomba foti dan padoa bukan hanya untuk Aparatur Sipil Negara tetapi perlombaan antar kelurahan bagi semua masyarakat Kota Kupang, karena elemen-elemen etnis dan budaya ada pada masyarakat,” ungkap Hermanus.

Menurut Hermanus, perlombaan ini untuk menampilkan seni tari budaya warisan nenek moyang dalam semangat sesuai tagline Kota Kupang “Ayo Berubah” yang bermakna Kota Kupang dengan sumber daya yang dimiliki berupaya menjadi lebih baik.

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Kupang, Drs. Matheus Eustakhius, dalam laporannya menyampaikan lomba Padoa dan Foti yang dilaksanakan ini, untuk menciptakan kecintaan kita kepada nusa dan bangsa dan bergembira merayakan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari, tanggal 7 Agustus untuk lomba foti dan tanggal 8 untuk lomba Padoa. Peserta lomba foti dari 30 Organisasi Perangkat Daerah sementara peserta lomba padoa berasal dari 5 kecamatan,” kata Matheus.

Perlu diketahui, tujuan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan agar para peserta dapat mempertontonkan tarian tradisional yang mencakup nilai seni, keindahan, keseragaman dan semangat dengan kemampuan terbaik yang dimiliki sehingga dapat menciptakan daya tarik tersendiri bagi yang menonton untuk dapat mempelajarinya.

Tarian Foti dan Padoa memiliki karakter dan nilai masing-masing yang berbeda, foti memiliki pola gerakan yang bersemangat sedangkan padoa menekankan nilai kebersamaan bermakna agar kita generasi yang ada saat ini berperan sebagai pengisi kemerdekaan haruslah memiliki semangat yang terus berkobar dalam nuansa kebersamaan dan persatuan untuk membangun daerah ini. (HMS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *