Gubernur NTT : Masalah Sampah, Butuh Perhatian Semua Pihak

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan bahwa, masalah sampah sangat dibutuhkan perhatian semua pihak.

Ungkapan ini disampaikannya dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh kepala dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan kehutanan Ir. Fredi J. Kapitan saat Pertemuan Bako Humas lingkup pemerintah Provinsi NTT dengan Tema “Peran Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kota Kupang dalam penanganan masalah sampah untuk mewujudkan kota kuoang yang bersih, indah dan sehat,” bertempat di Ima Hotel, Selasa (26/03/2019).

“Sampah itu masalah bersama, sehingga harus menjadi perhatian semua pihak,” ungkap mantan anggota DPR RI ini.

Menurutnya, dalam penanganan sampah, peran dan kesadaran masyarakat masih sangat kecil.

“Oleh sebab itu, saya minta harus ada  peningkatan peran aktif masyarakat dalam penanganan sampah di lingkungan masing-masing sehingga masalah sampah tidak menjadi efek buruk yang selalu menggangu kenyamanan masyarakat,” kata orang nomor satu NTT.

Disampaikan pula ada empat kota yang masih di kategorikan sebagai kota terkotor di Indonesia yaitu, Kota Kupang, Ruteng, Waikabubak dan ngada. Oleh karena itu Gubernur NTT, Viktor Laiskodat ingin agar predikat ini bisa di singkirkan dari NTT dengan cara penanganan sampah secara bersama antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder dalam managemen “Perang Sampah.” Atau reformasi managemen penanganan sampah.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Kebersihan Kota Kupang, Yeri Padji Kana mengatakan, sampah Sahabat semua masyarakat, untuk itu harus dikelola dengan baik. “Kalau dikelola dengan baik, sampah itu bernilai ekonomi,” tutur Yeri.

Tambahnya, sampah merupakan permasalahan yang urgen dan harus ditangani secara serius dan profesional. “Tidak berarti sampah itu musuh besar, namun bagaimana kita mensiasatinya,” kata Yeri.

Perlu diketahui, upaya pengurangan sampah plastik dan himbauan untuk tidak mengunakan kemasan air bersih berbahan plastik sekali pakai serta tidak mengunakan snack dan makanan kotak pada setiap rapat dan sejenisnya, merupakan aksi yang di lakukan oleh pemerintah Provinsi, dalam rangka aksi bersih sampah secara rutin oleh ASN lingkup pemerintah Provinsi sebagai gerakan moral dengan harapan agar tumbuh kesadaran bagi masyarakat Kota Kupang dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang dan mengelolah sampah dengan benar. (Willy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *