BPJS Cabang Kupang Launching Sistem Antrean Online FKTP

INFOKINI.NET, KOTA KUPANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kupang meluncurkan Sistem Antrean Online FKTP, Selasa (18/09/2018)

Peluncuran dilakukan di tiga Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yakni Klinik Kupang Graha Medika di Jalan TDM, Klinik Kasih Bunda Jln. Cak Doko Kupang dan Tempat Praktek dokter Feny Melitha Pranoto.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah, M.M mengatakan, peluncuran sistem antrean online tersebut merupakan inovasi terbaru BPJS Kesehatan untuk memudahkan peserta JKN KIS dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Peserta dapat melakukan pendaftaran untuk berobat di FKTP melalui aplikasi Mobile JKN. Sistem ini sangat membantu peserta karena tidak perlu mengantri dalam waktu lama di FKTP,” ungkap Fauzi sapaan akrab .

Fauzi mengungkapkan, BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi-inovasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada peserta BPJS yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Untuk pemasangan sistem online, kata fauzi, belum semua FKTP yang bekerja sama dengan BPJS menerapkan sistem ini dikarenakan belum memadainya sarana dan prasarana di beberapa FKTP.

“Sistem online ini baru terpasang di Puskesmas Kota Kupang dan Pasir Panjang dan selanjutnya kami akan berkoordinasi terus dengan FKTP lainnya agar dapat segera menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung sistem online ini,” terang Fauzi.

Lebih lanjut, Fauzi mengatakan bahwa jumlah peserta JKN-KIS saat ini telah mencapai 200 juta jiwa sehingga sudah selayaknya dilakukan pengembangan inovasi pelayanan untuk memudahkan peserta memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

Pada kesempatan yang sama, Agnes Maria selaku Kepala Bagian Penjaminan Manfaat Primer pada saat membuka launching di Klinik Kupang Graha Medika mengatakan, hingga november mendatang ada beberapa faskes yang sedang dalam tahap penyesuaian sistem antrian online FKTP.

“Klinik Medika wirasakti, klinik polda NTT, dr Diana, dan dua dokter lainnya yang kita sudah petakan dari sisi banyaknya jumlah pasien,” tandas Agnes.

Sementara, dr. Widia Cahya Mengatakan bahwa dengan adanya sistem antrian online ini sangat membantu khususnya dalam keterbukaan informasi tanpa memilah apakah pasien itu pasien umum maupun pasien BPJS.

“Kita tidak membedakan antara pasien umum dan pasien BPJS, kita melayani sesuai antrian. Jadi dengan adanya antrian online ini pasien punya bukti nomor berapa mereka, karena pada saat daftar langsung di lihat pada aplikasi mobile JKN ,” tutup Widia. (WK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *